Home / Seputar jawa timur / Diamankan, Pelaku Pengeroyokan Mengakibatkan Korban Nyawa

Diamankan, Pelaku Pengeroyokan Mengakibatkan Korban Nyawa

1 pengeroyokan jombangTribratanewsjatim.com: Aksi kekerasan di lingkup dunia pendidikan lagi-lagi terjadi. Ironisnya, kali ini bukan di lingkup pendidikan semi militer, namun terjadi di lingkup pondok pesantren. Belasan santri sebuah pondok pesantren di Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tega menghajar seorang santri.

Meski sempat dirawat di rumah sakit, namun korban akhirnya hembuskan nafas terakhirnya. Korban diketahui bernama Abdullah Muzaki Yahya (15) asal Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Jember. Korban mengalami luka memar dan lebam di sekujur tubuhnya.

Atas kasus tersebut, anggota Satreskrim Polres Jombang langsung bergerak. Sebanyak 12 oknum santri yang diduga kuat sebagai pelaku pengeroyokan terhadap korban langsung diamankan. Rata-rata pelaku masih di bawah umur, yakni antara 16 dan 17 tahun. Bahkan ada pelaku yang umurnya 14 tahun.

Sedangkan yang berumur 18 tahun sebanyak dua orang. Mereka berasal dari daerah yang berbeda-beda. Ada dari Tuban, Lamongan, Pasuruan, Bondowoso, Sampang, serta Sumenep. Selain itu juga berasal dari luar Jawa. “Para pelaku juga santri di ponpes tersebut. Bahkan ada yang berasal dari Kalimantan,” ujar Kasatreskrim Polres Jombang AKP Wahyu Hidayat, Senin (1/3/2016).

Terungkapnya aksi pengeroyokan hingga mengakibatkan korban meninggal tersebut berawal ketika pihak keluarga korban mendapatkan kabar kematian korban. Ketika jenazah korban tiba, Senin (29/2/2016), pihak keluarga curiga. Pasalnya, kondisi tubuh korban penuh luka lebam. Dari kondisi tersebut, pihak keluarga lapor ke polisi dan akhirnya diketahui kalau korban meninggal akibat penganiayaan. “Pihak Polres Jember melimpahkan kasusnya ke Polres Jombang, dan segera kami tindaklanjutinya. Hasilnya, kami amankan 12 orang santri yang diduga kuat pelakunya,” jelas Wahyu.

Dari penangkapan tersebut, diketahui penganiayaan korban terjadi pada Sabtu (27/2/2016) sekitar pukul 19.30. Awalnya korban dianiaya enam orang santri di salah satu asrama. Kemudian sekitar pukul 21.00 WIB, Abdullah kembali ke asrama tempatnya tinggal. Ternyata di asrama tersebut, korban sudah ditunggu tujuh orang pelaku. Lagi-lagi, para pelaku menghajar Abdullah beramai-ramai.

Akibatnya, korban roboh bersimbah darah. Bukan hanya itu, korban juga kejang-kejang dengan mulut mengeluarkan buih atau busa. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit. “Pada Minggu malam (28/2/2016) nyawa korban tidak tertolong. Korban meninggal dunia di rumah sakit,” kata Wahyu.

“Kasus itu tetap diusut tuntas dan kini para pelaku masih dalam proses penyidikan,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes RP Argo Yuwono, Selasa (1/3/2016) (jbg/mbah heru/mgala)

Foto: para pelaku pengeroyokan

 

About adminku

Check Also

Tips Dapatkan Jutaan Rupiah Dari Youtube Tanpa Bikin Video 

Apa sih yang kamu pikirkan ketika mendengar kata YouTuber? Pastinya YouTuber adalah mereka yang eksis …